468x60 Ads

,

Budug Asu - Wisata Alam nan Eksotis di Kaki Gunung Arjuno


         Halooooo Temen Temen, setelah sekian tahun off dari kegiatan ngeblog akhirnya sekarang bisa ngepost juga hehehe. Kali ini saya ga pengen ngeshare tentang materi materi OSN atau sejenisnya. Tapiii, bakal ngeshare pengalaman perjalanan saya ke Budug Asu. Kok namanya gitu? terkesan kasar memang bagi yang pertama kali mendengarnya, Mungkin namanya asing banget deh buat orang awam, bahkan penduduk asli malang juga terkadang masih tidak tau dengan tempat yang satu ini. Tapi sebenernya Budug Asu merupakan sebuah perbukitan di sekitar kaki /gunung Arjuno yang sangat sangat Instagramable. Cocok banget buat yang hobi Foto - Foto deh biar makin Hits wkwk.

DAY 1 - Survey Lokasi

        Sebenarnya saya juga tidak tau apa itu Budug Asu dan dimana tempatnya, tapi kebetulan ada temen sekelas nih namanya Ilham ngajakin kesana buat ngisi waktu Libur jelang selesainya UTS di Unbraw. Kami ke budug asu tidak hanya berdua saja, tapi bersama 3 temen saya yang lain, yakni Abii, Agung, dan Sandi. Total pasukan "GABUT" adalah 5 orang.. Perjalanan di mulai jam 3 Sore tepat setelah solat Ashar. Karena semuanya pada ga tau lokasi persisnya Budug Asu ini, maka kami menggunakan Google Maps untuk kesana selama kurang lebih 1 jam perjalanan dari Malang, dan Alhasil kami salah jalan -.- padahal sudah ngikutin jalan sesuai dengan arahan di Google Maps, tapi kami malah tersasar sampai dijalanan berlumpur.


Peta Menuju Budug Asu dari Universitas Brawijaya Menurut Google Maps


     akhirnya kami bertanya ke orang orang sekitar, dan kata mereka jalan yang kami lewati sudah benar, hanya saja trek yang ingin kami lewatin ini treknya motor trail. kami hanya menggunakan motor Matic dan Motor bebek tentunya bakal hancur motor kami kalau dipaksakan lewat jalan tersebut. Oleh mereka kami di anjurkan lewat jalan ke arah Peternakan Terpadu Lawang. Di bandingkan jalan "Kesasar" yang kami lalui, jalan kali ini jauh lebih enak. karena jalanan sudah di Aspal dan tergolong mulus walaupun masih ada sedikit jalan bolongnya sih. Anyway, sampai di Kawasan Peternakan Terpadu Singosari, disitu kami fikir sudah sampai di Budug Asu, ternyata kata Satpam daerah itu Budug Asu masih sangat jauh.. dari pos Satpam Lurus terus saja mengikuti jalan yang ada. Jalanpun berubah dari yang mulanya jalan Aspal, menjadi Jalan Tanah dan Rumput. Untuk perjalanan menujur ke tempat parkir saja harus melalui perjuangan yang cukup berat, karena jalan menanjak dan hanya berupa jalanan Tanah saja. tapi kami masih belum menyerah kami masih bersemangat untuk menuju Budug Asu. 

Foto di Pos Parkir Budug Asu


      Akhirnya kami sampai di Pos Parkir Budug Asu, Kami tidak tau kalau treknya cukup jauh dari yang diperkirakan, Teringat pesan dari Satpam di Pintu Gerbang tadi "Waktu tempuh Menuju Budug Asu selama 2-3 jam" membuat kami berfikir kembali untuk meneruskan perjalanan di hari itu. Namun, kami tidak ingin pulang dengan tangan Hampa. Lalu karena View disana sangat Fotoable dengan suasana Sunset yang sangat mempesona kami pun berfoto foto ria :D. 
Cerintanya si Agung jadi "Leader" gitu
Gapaham lagi ini foto lagi ngapain 
 Setelah puas berfoto - foto kami pun pulang ke Malang, dengan niat besok pagi akan kembali melanjutkan perjuangan menuju ke Budug Asu. tepatnya tanggal 21 April 2017 pukul 04.00, sesaat setelah Sholat Subuh.


DAY 2 - 21 April 2017 "Budug Asu"


Suasana di Kebun Teh WonoSari
Papan Penunjuk Arah Menuju Budug Asu
     Jam menunjukan jam 04.00 WIB seharusnya jika sesuai rencana kami sudah OTW menuju Budug Asu, tapi ya yang namanya Mahasiswa Rantau sudah jelas terlihat kalau bakalan ngaret. Saya pun sebenarnya jam 03.49 WIB baru bangun. hahaha, efeknya perjalananpun Ngaret menjadi jam 05.00. ya sebenarnya jam 04.40 sudah stand by hanya saja menunggu Agung di Gerbang Suhat Unbraw yang lamaaaa banget -.-

Hamparan Perkebunan Teh 
    Cuaca pagi hari di Malang yang sangat sejuk membuat saya mengantuk kembali, Namun, rasa kantuk itu hilang dikalahkan oleh semangat untuk menuju Budug Asu. Oiya untuk kali ini kami melalui jalur yang berbeda dengan yang kami lalui kemaren, jika kemaren melalu kawasan peternakan terpadu, maka kali ini kami melalui kawasan Agrowisata Kebun Teh Wonosari. Jalan yang dilalui memang sangat lah enak dibandingkan jalur yang satunya, terlebih lagi di sini ada pos pengamanan yang siap menjaga motor kita 
saat kita pergi menuju Budug Asu. Namun dibalik kenyaman tersebut kita diharuskan membayar tiket retribusi sebesar 10.000/orang. Wajar sih menurut kami, karena kami memang melewati daerah kebun teh wonosari hehe. Sebelum melanjutkan perjalan dengan berjalan kaki menujur kami bertanya kepada Satpam di sana Rute menuju Budug Asu, ternyata rute yang harus ditempuh memang 2-3 jam. dan Jalan yang akan kami lalui merupakan jalan Berbatu. Rute perjalanan kali ini di permudah dengan adanya papan penunjuk jalan yang terpampang disekitar perjalanan menuju Budug Asu. Jam sudah menunjukan jam 05.50 WIB, itu waktu yang cocok untuk berfoto saat Sunrise hehe, kami pun tidak ingin melewatkan kesempatan berfoto - foto ria di sekitar perkebunan Teh bersama Sunrise. Dengan hawa sejuk khas pegunungan membuat kami sangat menikmati perjalanan kali ini, walaupun perjalanan kali ini cukup jauh, namun rasa lelah kami terbayarkan dengan pemandangan di sekitar yang sangat indah. 

Suasana Hutan Cemara di Budug Asu
    Setelah melalu hamparan perkebunan teh, kami pun disamput dengan rangkaian pohon Cemare yang sangat memukau, seakan berasa diluar negeri kata Agung setelah melihat hamparan pohon Cemara di sepanjang perjalanan. Bagaimana tidak, dikanan dan kiri kami dipenuhi oleh Pohon Cemara dan sekitar setengah jam perjalanan kami terus berada didalam hutan Cemara. tentu saja jika berada di alam seperti ini ada spesies yang pasti ditemukan disana dan sangat mengganggu sebenarnya, yakni nyamuk hutan. Kami berlima pun disambut dengan banyak sekali nyamuk yang siap menyerang kami kapan saja.

Banner Selamar Datang di Budug Asu
Setelah melalui perjalanan yang cukup panjang, kami pun memutuskan untuk istirahat. Kami tidak berfikir bahwa perjalannya akan sejauh ini, dan semelelahkan ini, dengan trek yang sedikit menanjak selama perjalanan cukup menguras tenaga kami. Dan, kami berlima melakukan kesalahan yang sangat fatal, kami tidak membawa stok air minum selama perjalanan. diantara Agung, Sandi, Ilham, dan Abi, yang membawa air minum itu hanya Agung saja. dan itu pun hanya berukuran 600ml yang berarti cukup untuk sekali minum. Karena kami sudah setengah perjalanan kami tidak mungkin untuk balik ke Kebun Teh Wonosari,sehingga kami memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan. tidak lama kemudian kami bertemu dengan tulisan selamat datang di Budug Asu, yang menunjukan tujuan kami sudah sangat lah dekat. kami pun kembali bersemangat untuk melanjutkan perjalanan.

Jalur Pendakian Menuju Budug Asu
Para Pasukan Pendaki yang kelelahan
    Perjalanan kami pun mencapai titik terang, kami akhirnya sampai dititik trek menanjak. Yang Artinya kita harus bersiap untuk mendaki untuk menuju ke budug Asu, Untungnya dalam trek pendakian ini sudah dipermudah dengan adanya tangga tangga tanah guna menjadi Pijakan bagi para pengunjung Budug Asu. Tapi tetap saja trek pendakian ini menurut saya sangat mengerikan, dengan kemiringan sekitar 30 derajat membuat trek pendakian ini cukup ekstrem bagi para pemula. Saya sendiri juga kehabisan tenaga untuk mendaki menuju Budug Asu, sehingga tertinggal oleh teman teman saya yang lain, karena saya banyak sekali beristirahat di tengah perjalanan. Dan, ditengah perjalanan ini kami pun benar benar kehabisan air untuk di perjalanan... kami benar benar kelelahan, Harapan kami cuman satu pada saat itu, yakni semoga di puncak ada yang berjualan makanan atau pun minuman hahaha. Maklum saja manusia berlima ini sudah kehausan wkwk. Lihat saja foto di samping, sudah nampak wajah kelelahan mereka hehe. Semangat menuju puncak sudah mulai terlihat pudar, tapi kami harus tetap sampai puncak. sudah sedekat ini masa enggak bisa sampai dipuncak hehe.
SEMANGATTT!!!!!!!!!!!!!

Pemandangan dari Trek Pendakian
Dengan tenaga dan semangat yang masih tersisa, para pejuang Budug Asu ini terus melanjutkan perjalanannya guna mencapai Tujuan kami. Seluruh tenaga kami kerah kan untuk mendaki tangga demi tangga yang ada. Abi ngomong gini, "Rek ayo sambil nyanyi, biar capek nya ga kerasa"
Sandi ngejawab "udah pada capek gini bi, yang ada kalo nyanyi malah makin capek dah"
dan, malah kami berlima menjadi mahkluk yang ga jelas, kadang nyanyi kadang hening 😁😂😂 Ga jelas Emang itu wkwkwk 

Big Five berhasil mendaki hingga Budug Asu 😂
Tepat jam 07.28 WIB akhirnya, akhirnya kami berhasil menuju titik poin yang sangat sangatttt kami ingin capai dari kemaren. yaitu tidak lain dan tidaklah bukan yaituuu Puncak Budug Asu.

Pejuang Kelelahan Beristirahat 
Sesampainya di puncak kami beristirahat didepan Warung puncak Budug Asu, yang saya lupa nama Warung. yang jelas namanya itu unik banget, apalagi di tempat istirahatnya itu ada meja berbentuk hati. itu sangat Fotoable, apalagi kalau kesana sambil bawa pasanangan. Cocok banget, tapi apalah daya 5 cowo cowo ini semuanya "Jomblo" hahahaha wkwk. Namun sayangnya, warung itu cuman buka tiap hari sabtu sama minggu saja, selain hari itu tutup warungnya. "Matilah kita, ga ada warung, ga ada air, ga bisa pulang" kami semua berfikiran begitu wkwk.

Waeung di Budug Asu
        Ditengah kondisi kelelahan itu, kami medapatkan air dari keran di depan warung. yang airnya sangat bersih (Menurut kami) dengan kondisi yang terpaksa, kami berlima pun minum air tersebut karena sudah dehidrasi banget. kalau ga minum mungkin ga bisa pulang, dan kejebak disana sampai esok wkwk. Btw airnya seger banget sih, ga paham juga apa ini efek dehidrasi makanya air apapun jadi terasa sangat lezat mungkin wkwkwk.


       Lalu ada kejadingan yang sangat sangat diluar dugaan, si Agung ke Budug Asu malah bawa peralatan mandi -.- Sabun, Shampo, Sikat gigi, Sabun cuci muka semua nya lengkap ada -.- ini berasa kek mau nginep gimana gitu -.- rada heran sama temen yang satu ini wkwkw.

        Kurang lebih 2 jam kami menikmati pemandangan di Budug Asu, selama 2 jam itu kami bertemu juga dengan Pasukan pendaki lain dari Surabaya (ITS) yang sudah berada disana dari kemaren (nginep) akhirnya jadi ramai perjalanan kali ini. lalu bertemu juga dengan 2 mba mba dari Malang yang naik ke Budug Asu menggunakan Jasa Ojek disana. Jadi nya ga perlu capek capek seperti kami untuk mendaki Puncak Budug Asu ini hehehe, Tarifnya kurang tau sih, soalnya ga nanya. Mungkin kisaran 50ribuan maybe (Ngarang lo ya ini alias ngasal wkwk) dari situ kami berbincang bincang sama bapak ojeknya, menurut dia Lokasi Wisata Budug Asu ini masih jarang pengunjungnya, dikarenakan trek menuju lokasinya yang masih sangat susah dijangkau dibandingkan dengan paralayang yang bisa dijangkau dengan menggunakan motor saja. sedangkan untuk menuju Budug Asu harus melalui Jalur yang terbilang cukup berat. Lalu menurut beliau Fasilitas yang ada di budug asu terus dibenahi tahun tiap tahun, dari yang awalnya  tidak ada apa - apa kini sudah ada air bersih, ada spot foto srigala, dan sebagainya. Pemerintah juga lumayan menaruh perhatian terhadap Lokasi Pariwisata Budug Asu. lalu untuk selanjutnya ingin dibangun lagi spot foto di Budug Asu, tapi masih melihat kondisi lapangnnya bagaimana. Apakah memungkinkan atau tidak. 

Mendung menyertai kepulangan kami.
Setelah bercakap cakap dengan beliau, kami pun tidak tau mengapa diberi makanan roti kering oleh mbak mbak penumpang ojek tersebut. Mungkin ngerti dan paham kali ya, kalau kami pada kelaperan semua wkwk.

Bunga dikanan dan kiri perjalanan pulang
Setelah puas menikmati pemandangan alam di Budug Asu, kami memutuskan untuk kembali pulang ke Malang karena melihat Langit yang mulai Mendung yang menandakan akan terjadinya hujan. Karena kami tidak ingin selama perjalanan pulang sampai terjadi hujan, maka kami bergegas untuk pulang. Jalur yang kami lalui untuk pulang masih sama seperti pada saat keberangkatan. yakni trek cuman 30 derajat wwk. Namun, perjalanan pulang kali ini terasa cepat sekali karena tidak sampai 20 menit kami sudah sampai di bawah bersama rombongan Mahasiswa dari ITS. yang pada awalnya kurang menikmati pemandangan selama perjalanan, tapi kini benar benar menikmatinya. Bahkan saya sampai sempat memfoto salah satu Bunga yang saya lewatin tersebut.

Spot Foto "Srigalaa" Budug Asu
Gaya Abii sudah kek Boss aja yak wkwk

View Lain di Budug Asu

Ya mungkin itu yang bisa saya share kepada temen teman, sekilas perjalanan saya menujur Budug Asu - Wisata Alam nan Eksotis di Kaki Gunung Arjuno. kan yang barusan udah berangkat bareng temen temen nih, sama kamu kapan ya bisa kesana? wkwkwk 😆😆😆😆 Pengen juga kesana bareng kamu wkwkwk 😄😄


*SPESIAL*


 Anak - Anak Fakultas Ilmu Komputer 2016 Brawijaya kuy main lagi kesini rame - rame wkwkwk, Masa gelangnya udah sampai di puncak Budug Asu, kalian belum wkwkwk. Sekali kali jangan bromo atau semeru mulu dah, ke Gunung Arjuno juga sekali kali hehe :D

Salam Satu Hati Satu Jiwa!!!



Keyword :
Budug Asu, Malang, Budug Asu Malang, Gunung Arjuno, Universitas Brawijaya, Kebun Teh Wonosari, Singosari, Lawang, Google Maps, Nature, Cemara, Gunung, BudugAsuMalang, Wisata Pegunungan, Hutan Cemara, Kebun Teh, Wonosari, Alam, Filkom UB.

Semoga artikel tentang Budug Asu - Wisata Alam nan Eksotis di Kaki Gunung Arjuno bermanfaat untuk anda dan jika ingin mencopy artikel ini mohon untuk meletakkan link dibawah ini sebagai sumbernya.
http://masterastronomi.blogspot.co.id/2017/04/budug-asu-wisata-alam-nan-eksotis-di.html
Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment

Anda dapat berkomentar disini. Tetapi Admin harap komentar anda bebas dari SPAM, Pornografi, Sara, dan kata-kata yang dapat menyinggung orang lain.
Terimakasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...